21 Maret 2015

Surat Untukmu Kawan

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh...

Apa kabarmu kawan nun jauh di sana ?
Besar harapanku kau bisa membaca surat sederhana ini. Maaf sebelumnya jika surat ini hanya beredar di dunia maya karena aku kesulitan ke alamat mana aku harus mengirimkan surat ini kepadamu kawan. Tapi ya semoga kau diberikan kesempatan untuk membaca surat ini.

Sudah lama sekali kita tidak berjumpa, kalo tidak salah terakhir kita bertemu dan berbincang seru ya saat aku menjemputmu sepulangnya kau dari kota lain yang kau singgahi selain kota ini. Jujur, aku ingin membalas traktiran makan siang darimu tempo hari saat aku kita punya waktu luang untuk duduk bersama di satu meja. Tapi apa daya sekarang kita sudah tidak dalam satu kota, tak apa, semoga suatu saat aku diberikan kesempatan oleh Allah Ta'ala untuk membalas traktiran makan di warung makan 'legendaris' di kota ini.

Kau tau aku tidak menyukai kota ini. Sangat tidak menyukai. Bahkan sempat terlontar kalimat dariku kalo aku ingin segera lulus dan meninggalkan kota ini lebih cepat. Kau berkilah dengan menyatakan kalimat yang masih aku ingat hingga saat ini, 'Suatu saat kau akan suka dan cinta dengan kota ini, jangan membencinya berlebihan..' dan aku hanya menanggapi dengan tawaan terbahak-bahak sambil menolak mentah-mentah pendapatmu. Oiya, aku ingin mengucapkan terima kasih lagi untuk titipan dua toples astor rasa cocopandan (jujur, aku tak suka rasa itu, tapi tetap kuhabiskan karena aku suka astor, hehee)

Lama kita tak bertemu, pernah ada janji kalo aku harus selalu mengantar-jemputkan kamu selama kuliah di kota ini karena letak kosanmu yang cukup jauh untuk ke kampus, tapi itu tidak pernah terjadi karena suatu hari aku melihatmu sudah memiliki kendaraan pribadi untuk ditunggangi tiap hari ke kampus kesayanganmu, Kampus Farmasi. Setidaknya, terkahir kali aku melihatmu di pertigaan sekitar kampus dan mencoba menyapamu namun kamu tak mengindahkan, mungkin kamu tak mendengar sapaanku, tak apa, mungkin kamu sedang sibuk hehe..