10 Juni 2014

Pada Akhirnya...

Pada akhirnya, kita hanya bisa menemui bayangan diri kita saja dari lontaran cermin yang terkena terang cahaya, tidak ada siapa-siapa, meskipun tampak ramai. Mungkin karena suasana gundah yang mulai menyesaki sedikit ruang yang tersisa di dalam hati..

Pada akhirnya, semua akan berakhir pada penyesalan yang dimulai dengan segala macam hal sepele yang cenderung mengacuhkan, begitulah cara kerja munculnya penyesalan. Kau menyia-nyiakan lalu sepi melanda dan saat itu terjadi kau menyesal mengapa bisa menyia-nyiakan hal yang pernah ada..

Pada akhirnya, kita akan menemui semua ujung rindu kita pada kenangan yang selintas ada dalam benak hanya untuk mengusik semua hal tersia-siakan lalu disesali kemudian. Jangan salahkan rindunya, salahkan cara munculnya yang mengungkit masa lalu yang lupa untuk disyukuri..

Pada akhirnya, kita memilih untuk menyerah pada keadaan, tidak tahu harus bagaimana menjadi alasan terkuat. Ingin melangkah namun tidak mempunyai pijakan yang kuat, alhasil takut melangkah dan mulai berpikir untuk diam berdiri di posisi saat ini atau putar balik ke arah sebelumnya..


Pada akhirnya, semua yang pernah mewarnai harimu, mulai warna tergelap, tercerah, terbiru, termerah, ataupun terhijau, tidak lagi mewarnai harimu. Kau berusaha mewarnainya, namun terhapus pada warna yang pernah ada sebelumnya. Salahkan semua acuhmu..

Pada akhirnya, semua berhenti pada masa dimana masa yang sebelumnya kau jalani ternyata lebih enak untuk dijalani dan disyukuri meski pada masa itu kau merasa tidak menikmatinya. Bodohnya dirimu yang tidak menyadarinya..

Pada akhirnya, semua rasamu menjadi semakin anta karena tidak lagi penyejuk dalam indera perasa di sekitar hatimu, tidak lain karena kau tidak sedikitpun mencoba untuk merasakan apa yang ditenggak sebelumnya sampai akhirnya kau menolak tenggakan itu dan kini kau membutuhkannya..

Pada akhirnya, kita hanya bisa berjalan sendiri, berharap menemui lagi di jalan yang sama. Dengan berbagai kemungkinan yang ada. Kembali bersama, berjalan dengan pasangan masing-masing, berjalan dengan salah satu memegang pasangan dan satu menyesalinya, bersama berjalan namun dengan kesendirian yang nyata. Setidaknya, kemungkinan itu akan benar adanya suatu saat nanti..

Pada akhirnya, kau akan menemukan orang yang selalu ada untukmu lebih menarik perhatianmu ketimbang orang yang mencintai atau pernah atau sedang mencintaimu lagi. Tidak perlu mengasihaninya, dia lebih jahat dari apa yang kau lakukan saat ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar