10 Juni 2014

Pada Akhirnya...

Pada akhirnya, kita hanya bisa menemui bayangan diri kita saja dari lontaran cermin yang terkena terang cahaya, tidak ada siapa-siapa, meskipun tampak ramai. Mungkin karena suasana gundah yang mulai menyesaki sedikit ruang yang tersisa di dalam hati..

Pada akhirnya, semua akan berakhir pada penyesalan yang dimulai dengan segala macam hal sepele yang cenderung mengacuhkan, begitulah cara kerja munculnya penyesalan. Kau menyia-nyiakan lalu sepi melanda dan saat itu terjadi kau menyesal mengapa bisa menyia-nyiakan hal yang pernah ada..

Pada akhirnya, kita akan menemui semua ujung rindu kita pada kenangan yang selintas ada dalam benak hanya untuk mengusik semua hal tersia-siakan lalu disesali kemudian. Jangan salahkan rindunya, salahkan cara munculnya yang mengungkit masa lalu yang lupa untuk disyukuri..

Pada akhirnya, kita memilih untuk menyerah pada keadaan, tidak tahu harus bagaimana menjadi alasan terkuat. Ingin melangkah namun tidak mempunyai pijakan yang kuat, alhasil takut melangkah dan mulai berpikir untuk diam berdiri di posisi saat ini atau putar balik ke arah sebelumnya..

9 Juni 2014

Masih

Aku masih senang memperhatikanmu dari jauh, meskipun kau tidak pernah mengindahkanku. Masih hingga saat ini...

Aku masih senang melihat senyum manismu, meskipun senyummu mungkin untuk orang lain itu. Masih hingga saat ini...

Aku masih senang mengobrol denganmu, meski mungkin kau lebih senang menghabiskan waktu mengobrol dengannya. Masih hingga saat ini...
 
Aku masih senang menunggu kiriman pesan singkat darimu, meskipun kau sudah memiliki teman berkirim pesan singkat yang lain. Masih hingga saat ini..

Aku masih mengingat caramu tertawa, meskipun kau sekarang sudah memiliki teman tertawa yang lain. Masih hingga saat ini...