18 Maret 2014

Selasa, Minggu Ketiga

Selasa, minggu ketiga.. Selalu menjadi hari yang dinanti..

Mengawali dengan beratnya menentukan topik penelitian, belum mengerti apa yang akan diteliti, materi yang sulit, atau mungkin semangat yang belum hadir..
Beranjak ke fase dimana mulai menentukan pembimbing dan melakukan bimbingan untuk konsultasi proposal, kadang lancar tapi banyak juga yang terhambat. Entah pembimbing yang perfeksionis, pembimbing sibuk, atau malah malas yang melanda..
Mendapati proposal ACC dan dilanjutkan ke fase seminar, fase selangkah dimana lebih unggul dari mereka yang belum menemukan ide, banyak telaah yang baik kadang ada juga yang tanpa telaah berarti, yang jelas PPT sudah dibuat semaksimal mungkin demi nilai yang maksimal diharapkan..

Selasa, minggu ketiga.. Selalu menjadi momen yang melegakan..

Penelitian.. beragam cara memulai dan mengakhirinya. Selalu ada masa dimana kita merasa lancar namun tak jarang kita tertahan sementara.. Data, ulangan, perlakuan, error, analisis, tak luput dari perhatian. Menyelesaikannya berarti setengah jalan menuju akhir. Tinggal menyusunnya.. Awalnya bingung, namun contoh terdahulu bisa dijadikan acuan untuk memulai. Draf pertama selesai, pengorbanan begadang karena analisis data, buat pembahasan, atau cari referensi pendukung mulai terbayar..
Saat pembimibing apresiasi dengan membubuhkan ACC seminar, langkah semakin ringan.. Semua berkas dilahap untuk diselesaikan sebelum memulai seminar hasil.

Selasa, minggu ketiga.. Selalu menjadi saat dimana perjuangan merasa terbayar tuntas..

Dagdigdug di awal, ada yang memberanikan melihat teman seperjuangan ada yang memilih menepi di luar menanti giliran eksekusi.. Berjalan bolak-balik menanti kehadiran tim dosen. Sumringah saat semua hadir tepat pada waktunya namun cemas dengan penonton yang kurang kuota, tarik orang sana-sini dan akhirnya seminar berjalan..
Kadang ada yang mengalami perubahan jadwal, tapi tetap semua dipersiapkan sebaik mungkin, nyaris tanpa cela..

3 Maret 2014

Pernah

Kita pernah saling bertukar kegemaran bersyair meski hanya lewat pesan singkat, itu menyenangkan, masihkah kau mengingatnya ?

Kita pernah menghabiskan banyak waktu kita hanya untuk mengobrol lewat pesan singkat, itu menyenangkan, masihkah ku mengingatnya ?

Kita pernah bercerita hal-hal yang kita suka atau yang tidak kita suka meski hanya lewat pesan singkat, itu menyenangkan, masihkah kau mengingatnya ?

Kita pernah mendekatkan kedua telinga kita hanya untuk saling menyapa kabar padahal kita tidak pernah dalam satu ruang, itu menyenangkan, masihkah kau mengingatnya ?

Kita pernah membuang waktu menerobos hujan hanya untuk melepas rindu kala lama kita tak jumpa, itu menyenangkan, masihkah kau mengingatnya ?

Kita pernah saling bertukar senyum dari kejauhan meski saat itu kau sudah menggandeng tangan orang lain, tidak begitu menyenangkan tapi tetap ku ingat, masihkah kau mengingatnya ?