5 November 2013

Sekelumit Dokumentasi Mangrove Replant 2013

Baru-baru ini tepatnya tanggal 1-3 November 2013 baru saja saya mengikuti acara yang diadakan oleh teman-teman dari @KeSEMaT yaitu acara Mangrove Replant 2013 yang berlokasi di BP Dikjur Semarang dan Desa Timbulsloko, Demak. Acara ini berfokus pada Pelatihan serta Seminar Nasional tentang upaya perbaikan ekosistem mangrove di kawasan pantai Utara Jawa.

Acara Mangrove Replant 2013 mengambil tema Mangrove for Resilience, yang didasarkan pada pemanfaatan ekosistem mangrove sebagai bentuk pertahanan terakhir di berbagai bidang seperti sosio-ekonomi dan lingkungan. Cukup padat rangkaian acara
yang diselenggarakan kali ini, meliputi Pelatihan yang terdiri atas pengenalan ekosistem mangrove, pembatikan berbahan dasar pewarna mangrove, pengenalan pembibitan dan penyulaman mangrove, dan pelatihan teknik rehabilitasi mangrove dan bermuara pada penanaman mangrove di Desa Timbulsloko Kabupaten Demak.Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan di sini khususnya di pemanfaatan mangrove dari segi ekonomi dan juga teknik untuk pembibitan dan rehabilitasi ekosistem mangrove. Satu lagi tambahan pengalaman yang sayang untuk dilewatkan terutama bagi mereka yang berkecimpung di bidang Mangrove.


Selain itu, diadakan pula Seminar Nasional yang menghadirkan peraih Kalpataru 2012 sekaligus penggagas berdirinya Tuban Mangrove Center, bapak H. Ali Mansur, S.Ag. Dari beliau kita tahu teknik-teknik dalam upaya rehabilitasi kawasan mangrove juga motivasi bagi para aktivis yang sangat ingin mangrove bisa tumbuh lebat di daerah mereka. Wah, seru deh cerita dari beliau. Setelah itu, ada pula materi tentang teknik dokumentasi di kawasan mangrove yang diisi oleh salah satu anggota IKAMAT yaitu mas Fuad Azhari yang juga merupakan finalis Eagle Award 2012 (kalo gatau Eagle Award apa, search sendiri yaa..). Menarik materinya, walau agak terganggu dengan masalah teknis saat akan melihat cuplikan filmnya. Dan yang terakhir, ada materi yang sangat menarik mengenai teknik Hybrid Engineering yang diisi oleh pakar dari Wetlands International Indonesia Programme, mas Apri Susanto. Beliau memberikan informasi terkait teknik 'penjebakan' sedimen dari laut yang digunakan sebagai salah satu upaya mengurangi efek abrasi sekaligus untuk mereklamasi kawasan yang sudah terkena efek abrasi air laut. Sangat menarik !

Rangakaian acara Mangrove Replant 2013 mencapai puncaknya dengan penanaman sekitar 1000 propagul Rhizophora mucronata dengan teknik wanamina yang berlokasi di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak. Walau cuaca sangat panas (jelaslah, karena di pinggir laut), peserta tetap antusias mengikuti acara penanaman tersebut. Propagul ditanam di pinggiran lahan tambak yang nantinya dikaitkan ke ajir (potongan bambu) untuk mengokohkan propagul yang ditanam. Pengalaman yang menarik, meskipun bukan pengalaman pertama menanam mangrove pertama saya, tapi menanam bersama teman-teman dari berbagi institusi dan PT di Indonesia menjadi pengalaman pertama saya dan patut untuk selalu diingat.

Memang belum akan langsung terasa manfaatnya, tapi semoga di tahun-tahun mendatang apa yang telah kami lakukan, peserta dan panitia #MR2013 mampu memberikan sumbangsih positif bagi keberadaan ekosistem mangrove di kawasan Pantai Utara Jawa, khususnya di Demak.  Semoga ke depannya selalu ada acara yang positif terutama di bidang mangrove dan lebih menginspirasi banyak orang untuk peduli mangrove.
Grow up fastly, our baby mangrove.. :)

Terima kasih untuk segenap panitia #MR2013 dan teman-teman dari @KeSEMaT untuk kesempatan berbagi pengalamannya di bidang mangrove..

SALAM MANGROVER !! SEMANGAT MANGROVER !!

salah satu suasana setelah pelatihan


salah satu foto saat penanaman


suasana setelah penanaman di Desa Timbulsloko, Demak

by :Sodik (@sodikkidos)-kamar 204 : Bruguiera parviflora :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar