28 September 2013

Sudah ?

Kita tidak lagi saling menyapa, hanya sunyi yang muncul...

Kita tidak lagi sering menghabiskan waktu bersama, hanya menikmati waktu bersama kesendirian...

Kita tidak lagi berpegangan tangan, hanya ada ruang kosong diantara jari padahal kita jalan bersama..

Kita tidak lagi sering bercerita lewat telepon, hanya saling bercerita sekedarnya saja atau bahkan tidak lagi saling menelepon...

Kita tidak lagi sering bertukar pesan pendek, hanya mematung melihat nama masing di kontak HP dan menahan diri untuk tidak memulai lebih dulu...


Kita tidak lagi sering makan bersama, hanya pergi makan di saat lapar dan tidak perlu ditemani siapapun..

Kita tidak lagi sering duduk berhadapan, hanya duduk sendiri dan berlangsung sangat datar...

Kita tidak lagi saling bercanda dan saling mengejek, hanya mengingat bahwa kita pernah melakukannya dan berharap akan lupa candaan dan ejekan itu...

Kita tidak lagi memanggil panggilan sayang, hanya aku-kamu tanpa rasa dan sangat datar...

Kita tidak lagi sering mengucapkan "have a nice dream", hanya cukup rebahkan diri dan terlelap karena lelahnya hari ini...

Kita tidak lagi saling mengucap rindu, hanya cukup menahan dalam hati dan berusaha untuk menghilangkan rasa itu...

Kita tidak lagi sering berdebat tentang hal-hal yang sebenarnya tidak pantas untuk didebat, hanya berbicara alakadarnya dan kadang terlalu formal...

Kita tidak lagi saling memandangi hujan bersama, hanya melihat dari balik jendela dan membuang muka serta perasaan bersalah yang tiba-tiba muncul...




Sudah ? Entahlah... Sepertinya banyak yang kurang...

4 komentar:

  1. ya,,masih kurang
    karena jawabannya belum
    dirimu dan dirinya belum melukis pelangi
    pada senja yang katanya lebih indah
    maka bersabarlah menatap hujan
    menanti matahari melewati butiran air
    yang membiaskan dan membentuk warna indah
    hingga hatimu dan hatinya saling berpita warna

    iaaa kan sodik?? ^^

    BalasHapus
  2. aah, pujangga banget gan.. kereeen.. :)

    yang jelas, suatu saat ada masa dimana senja tak lagi seindah biasanya, hujan tak sesejuk biasanya, dan matahari lebih menyengat ketimbang hari lain, terutama saat suasana hati tidak terkondisikan.. ya gitu kurang lebih, hehehe

    BalasHapus
  3. maka pada masanya
    acuhkanlah
    karena itu gunting-gunting kesedihan
    yang menggunting jadi serpihan
    dan fiuuhh..
    tertiup angin,,hilang
    tertawalah bersama para teman
    sebagai peri-peri kebahagiaan
    yang menjadi perban lara

    haha,,sodik,,,suka banget nulis kaya gini
    menulis adalah menciptakan semua yang aku ingin

    kadang berpikir,,seneng juga bisa menulis dongeng atau jadi penerjemah buku cerita juga film..untuk iseng2...

    BalasHapus
  4. sayangnya, serpihan sedih itu kadang terlalu kecil..
    tanpa disadari, angin memutar serpihan tersebut kembali pada tempatnya semula.
    dan peri kebahagiaan lupa memungutnya...

    haha jelas.. menulis itu kan mudah dan ga berbatas, jadi bisa eksplorasi diri sendiri..

    dicoba aja gan, kali aja punya bakat :)

    BalasHapus