20 Agustus 2013

Politik Dan Kopi

Politik itu penuh intrik.
Politik itu jahat.
Politik itu tidak lebih dari omong kosong.
Politik itu busuk.
Politik itu kotor.

Begitu banyak konotasi negatif saat banyak orang mendengar kata politik. Anggapan bahwa politik hanya berisi dengan kabar buruk, hal-hal yang penuh dengan konflik, dan tidak pantas untuk diikuti. Anggapan inilah yang membuat banyak orang tidak ingin terlibat di dalam politik, atau mengikuti kabar politik. Padahal, kita hidup dalam suatu tatanan negara yang penuh dengan bumbu politik di sana-sini.

Apa itu politik ? Politik berasal dari bahasa Yunani yang kurang lebih memiliki makna "mencapai suatu tujuan". Definisi menyempit saat muncul pemerintahan yang berbau kekaisaran, monarki, dan semakin menyempit lagi saat muncul istilah republik atau federasi. Politik diartikan sebagai "segala sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan". Sebenarnya, politik bisa diartikan sebagai segala upaya demi mencapai suatu tujuan. Jadi, politik semacam jalan demi mencapai tujuan yang diinginkan.

Mengapa muncul definisi negatif dari istilah politik ? Itu, karena terlalu banyak
media massa yang memberitakan tentang hal-hal busuk dari para pelaku politik. Sebenarnya, makna yang benar dari pelaku politik adalah politisi bukan politikus. Akibatnya, terjadi lagi penyempitan makna menjadi negatif bagi kata politik. Hal ini lah yang membuat orang-orang awam tidak mau membicarakan tentang politik atau bahkan cenderung masa bodoh dengan politik tersebut. Padahal, politik sangat penting untuk membuat hidup menjadi lebih aman dan jauh dari perbudakan.


Orang yang tidak mau tahu tentang politik hanya akan menjadi kacung dan selalu menjadi orang bodoh yang siap untuk disiksa oleh para pemimpinnya. Afrika adalah benua yang paling akhir tahu tentang politik, karena mereka tidak tahu, sangat wajar banyak muncul budak di sana. Indonesia termasuk negara yang mendapat info politik dalam tempo cepat, hal ini dibuktikan dengan adanya kerajaan Kutai di abad 4 M. Namun, baik Afrika dan Indonesia sama-sama mengalami perbudakan. Sama-sama jadi bulan-bulanan penjajah, sumber daya alam yang tereksploitasi habis karena kolonialisme, dan sumber daya manusia yang sangat jauh tertinggal. Kurang lebih adalah akibat tidak pahamnya mereka tentang politik. Akibatnya, banyak muncul ketidaksejahteraan di mana-mana. Politik adalah upaya menuju tujuan untuk kemakmuran banyak pihak, itu sebenarnya makna 'tersembunyi' dari definisi politik.

Abaikan politik busuk yang sering diwartakan oleh media. Media memiliki kemampuan menggiring massa untuk menjadi benci untuk tahu tentang politik. Padahal, politik adalah alat menuju kesejahteraan rakyat banyak. Kalau rakyatnya tidak tahu tentang politik bagaimana negara tersebut bisa maju ? Tidak harus terjun sebagai politisi, namun meski tidak jadi politisi kita harus tetap paham tentang politik yang dijalankan oleh pemerintah kita. Bukan sebagai oposisi, tapi sebagai kontrol politik eksekutif, sehingga akan muncul tokoh kritis yang bisa menjadi pionir untuk aspirasi politik rakyatnya.

Bermain politik bukan dimaknai sebagai main-main denga politik. Namun, lebih dikhususkan untuk bermain dan mencari kesenangan di dalamnya. Kesenangan dalam makna positif yang jelas, karena semua nanti berujung pada kesejahteraan rakyat banyak. Belajar politik itu penting agar kita tahu seperti apa pemimpin kita. Saat kita paham tentang politik, kita akan punya argumen mengenai segala kebijakan yang dimunculkan oleh para eksekutif. Betapa banyak orang yang seharusnya terjun ke dunia politik, namun karena menghindari intrik di dalamnya, mereka malah memilih menjauhinya. Alhasil, orang yang hadir di eksekutif bukanlah orang yang paham politik namun sok tahu tentang politik dan kebijakan yang muncul adalah kebijakan yang sangat salah bagi para rakyatnya. Saat semuanya terjadi, rakyat akan menyalahkan eksekutif yang tidak becus, padahal mereka sendiri masa bodoh dengan negaranya, jadi wajarlah kalo banyak ketidaksejahteraan di sana-sini.

Politik itu ibarat kopi. Kopi yang punya sisi positif dan sisi negatif. Banyak orang suka minum kopi tanpa tahu sisi negatifnya dan hanya sedikit saja yang tetap minum kopi meskipun mereka tahu bahwa kopi punya sisi negatif. Saat banyak orang tahu tentang tidak baiknya kopi, akan semakin banyak orang yang meninggalkannya, padahal kopi juga punya sisi positif. Orang-orang yang lebih melihat sisi negatif tanpa sedikitpun melihat sisi positifnya hanya menjadi orang merugi yang tidak pernah merasakan keharuman dan kenikmatan kopi. Begitu pula politik, mungkin terlihat hitam dan kotor, namun ada manfaat di dalamnya. Saat kita bisa memaksimalkan manfaatnya tanpa bisa merasakan efek negatifnya niscaya kita akan mendapatkan manfaat yang luar biasa..


Politik itu tidak jahat, yang jahat adalah para pelakunya yang bodoh..
Politik itu tidak busuk, yang busuk adalah pelakunya yang rakus..
Politik itu tidak kotor, yang kotor adalah pelakunya yang tidak tahu diri..
Politik itu tidak ada intrik, yang penuh intrik adalah pelakunya yang pintar berdusta..
So, mari belajar politik. Ambil sisi positifnya demi kesejahteraan banyak orang. Penting bagi kita untuk paham politik dan menjadi orang yang melek politik agar kita menjadi orang cerdas yang tidak ditindas para penguasanya..



Salam..
Dari orang yang sedang belajar politik, walau cuma seorang mahasiswa Biologi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar