27 Juni 2013

Teruntukmu, Sahabat...

Hai kamu, sahabatku..

Apa kabarmu hari ini ? Yang jelas selalu terselip keinginan untuk selalu mendapatkan kabar baik tentangmu, dimanapun kau berada..

Pagi ini, saat aku membuka mata tak sengaja aku mendapati ada memori usang yang berlari-lari kecil di kepalaku. Memori usang namun selalu terkenang, bukan karena indahnya atau sedihnya, tapi karena momen itu terabadikan denganmu, sahabat.. Karena menurutku, semua memori yang melibatkanmu di dalamnya adalah hal yang tidak boleh terlupa..

Memori itu sangat simpel, bagaimana kita saling bertukar senyum sambil melempar nama kita masing-masing dan saling berjabatan. Mendapatkan teman baru hari itu adalah hal yang menyenangkan, kala tidak banyak orang yang dikenal baik nama maupun wajah.

Seiring berjalannya waktu, muncul rasa keakraban yang makin dalam karena intensitas pertemuan dan komunikasi yang semakin sering. Tidak tiap jam kita menghabiskan waktu bersama namun setiap jam bersamamu adalah hal yang menyenangkan. Bagaimana kita bercanda,
membicarakan tentang orang lain, melakukan hal-hal bodoh yang tidak banyak orang mau melakukannya, kita melakukannya dengan ledakan tawa yang kadang mengundang dahi orang lain satu kantin berkerut. Meskipun hanya ditemani segelas es kopi atau susu, tapi kita menikmatinya bersama kan, sahabatku ? Aku merindukan masa-masa itu..

Siang hari menjelang matahari bergeser menuju barat, kali ini memori lain kembali menyapa. Masih bersamamu sahabatku. Bagaimana kita menghabiskan waktu kuliah kita dengan hal yang campur aduk dan absurd hingga jam kuliah itu berakhir. Bagaimana kita menyerupai celotehan sang dosen, mengibaratkan dosen tersebut sebagai tokoh tenar dan kita menertawainya. Mungkin itu selingan yang indah kala kuliah dan obat pengusir kantuk paling mujarab sampai sekian tahun. Kita menikmatinya bersama kan, sahabatku ? Aku masih ingat momen dan merindukannya..

Bersamamu tidak hanya momen indah, momen sedih pun sama-sama dijalani. Kehilangan hal-hal yang berharga, kesedihan akibat hal-hal tertentu, atau saat salah satu kita sedang sakit, kita juga merasakannya kan ? Tapi, tetap ada senyum terkembang dari salah satu di antara kita untuk menghibur dan memecahkan suasana kan ? Lagi-lagi, bersamamu sahabatku, masih ingat kan ? Aaaah, betapa waktu berjalan begitu cepat...

Senja mulai menyapa dengan sinar jingga di ufuk barat kala memori kita saling mencari jalan kita masing-masing mulai menepuk otak penyimpan memoriku. Aku dengan idealisme milikku dan kau dengan pilihan idealmu yang lain. Tapi kita tetap punya waktu untuk bersama kan, sahabatku ? Untuk mengulang memori yang sebelumnya kita jalani bersama.. Disertai tawa-tawa kecil di sana-sini, kita tetap melebur bersama saat ada di satu meja dan satu waktu. Kita berbeda tapi hati dan pikiran menyatu kala kita berbicara bersama. Kau masih ingat itu kan, sahabatku ? Hebat ya masa itu, andai bisa terulang lagi..

Dan cahaya bulan kala malam mulai membelai lembut kepingan memori lainnya. Memori dimana kita harus berpisah. Bukan karena luka, bukan karena dendam, dan bukan pula karena perang. Kita berpisah karena semua hal yang kau harapkan sudah kau dapatkan lebih awal daripada aku. Tidak ada penyesalan di situ karena kau mendapatkan lebih dulu. Kau memperjuangkan lebih dulu dan aku belum memperjuangkannya, tidak ada yang patut disesali, karena idealisme kita tidak sama meski kita bersahabat. Itu bukan kelemahan, tapi justru adalah kekuatan kita, kekuatan bahwa kita bisa saling mengisi satu sama lain. Tidak banyak memang, tapi selalu ada kontribusi kau di sana.. Aaaaah, cepat sekali waktu berjalan..

Kali ini kita sudah ada di level yang berbeda, tidak lagi sama. Tapi, bukan alasan untuk saling menjauh, justru dijadikan tali kekang untuk saling mengikat satu sama lain. Rasa yang terbentuk belum akan hilang hanya karena perpisahan. Biarkan dia mengalir ke segala arah kemanapun angin itu membawa. Mungkin suatu saat kita akan lupa, namun saat rindu muncul, pasti momen itu akan muncul lagi, dan kita akan menikmatinya bersama.

"Merekonstruksi kenangan akan lebih indah apabila semua tokoh hadir di sana.."

Aku tidak akan mengulang-ngulang memori itu. Bukan tidak mau atau menghindari, tapi aku hanya mau mengulangnya bersama denganmu, di momen yang dibuat semirip mungkin kala kita menghabiskan waktu bersama. Aku tidak mau sendirian mengulang memori itu, karena memori itu milik kita, bukan milik aku atau kau, jadi akan lebih seru dan indah apabila kita memutar ulang bersama-sama..

Sudahlah, kertas aku menuliskan hal ini sudah tidak cukup ternyata. Biarkan kenangan itu kita bungkus dalam kardus rapi di dalam hati dan benak kita, yang suatu saat akan kita ceritakan kembali suatu saat nanti, untuk kita, atau untuk anak cucu kita.. Sekalipun ada air mata, ya itu wajar. Manusia diciptakan dalam keadaan kurang atau lebih, dan air mata adalah salah satu hal yang menggambarkannya, biarkan dia keluar jangan ditahan karena suatu saat dia akan kering dengan sendirinya..

Masih banyak yang ingin aku tulis, mungkin lain kali akan ku tulis lagi, dengan alur yang sama, tidak berlebihan, namun selalu ada rindu di dalamnya.. Aku bukan seorang mahaguru bahasa ataupun pujangga, namun selalu ada kata-kata indah yang kutuliskan saat kita bersama..

Selamat jalan, sampai bertemu lagi, Sahabatku. Aku merindukanmu dan semua momen saat bersamamu..
Semoga selalu ada naungan kesuksesan di setiap jalan yang kau pilih, Sahabatku...
Hanya do'a yang bisa kuselipkan di setiap saat momen bersamamu mengetuk isi kepala ini..

Sincerely,
Sahabatmu yang selalu merindukanmu..

foto : iyan, imay, gue

foto : imay, gue, rano

Tidak ada komentar:

Posting Komentar