22 Februari 2013

Rayuan Khas Mikro #2

Bakteri gram positif itu warnanya ungu dari reagen Crystal Violet, tapi hati aku cuma bisa terwarnai oleh reagen cinta dari kamu..

Reagen gram C di pewarnaan gram itu etanol 96%, tapi kalo reagen gram C di hatiku ya cuma Cinta kamu..

Ternyata senyuman kamu seperti daya oligodinamik logam Pb, dalam konsentrasi rendah sudah mampu menghambat hatiku untuk mencari senyuman yang lain..

Senyumanmu memaksa hatiku untuk membentuk agregat supaya dia tidak mudah hancur dan tidak akan rusak meskipun ada senyuman lain yang hadir..

Aku selalu suka membuat medium Nutrient Agar, mudah dan praktis, semudah senyumanmu menundukkan hatiku dari yang lain..

Ternyata senyumanmu memiliki kemampuan dekomposisi ya ? Iya, mendekomposisi supaya hatiku hanya luruh oleh senyumanmu..

Andai saja ada dan bisa, aku akan membuat inkubator senyuman, agar senyumanmu akan tetap tumbuh meskipun dalam waktu lama aku menyimpannya di dalam hatiku..

Andai saja ada medium selektif untuk menumbuhkan senyumanmu, akan ku buat tiap hari dan menginkubasinya dalam inkubator hatiku..

Staphlococcus aureus itu unik, hanya tumbuh pada kadar garam tinggi, sama seperti aku yang hanya menyukai senyumanmu bukan yang lain..

Memandangi senyumanmu, bagiku, ibarat rak tabung yang menegakkan tabung reaksi, kokoh dan saling mengisi..

Senyuman kamu itu ibarat reagen Hidrogen peroksida dalam uji endoenzim, hanya berlaku di dalam hatiku saja dan mampu memecah sepi dan sunyi di hatiku menjadi kesukaan..

Ternyata hatiku sudah membentuk plaque, karena senyumanmu telah menginfeksi hatiku dan membentuk zona bening di sekitarnya..

Senyuman itu ternyata memiliki sifat polimorfisme seperti Azospirillum, kadang berbentuk lengkungan indah, kadang berbentuk lingkungan imut, kadang lengkungan sedih, namun kebanyakan lengkungan dengan cinta di ujungnya..

Aku baru sadar ternyata jarum ose dapat memindahkan senyuman ke dalam hati, karena saat aku mengambilnya ada sodoran manis senyumanmmu mengiringi..

Tidak perlu inkubasi 2x24 jam pada suhu ruang untuk menumbuhkan senyumanmu di hatiku, karena dia selalu tumbuh setiap saat aku memandangimu..



#Remember, don't try this at laboratory.,. too dangerous and will make someone getting melted :p

19 Februari 2013

KAMPUNG SANAK part 1

Jangan tertipu dengan judul postingan ini. Kampung Sanak bukanlah nama suatu kampung yang ada di Pulau Jawa, bukan juga daerah terpencil yang belum mendapatkan listrik dari PLN. Kampung Sanak adalah salah satu project paper hasil pemikiran kami (saya dan tiga orang lain) yang memiliki tujuan untuk menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa yang punya rasa keingintahuan serta ingin turut serta dalam memperbaiki ekosistem mangrove di Segara Anakan. Awalnya, ide project paper ini adalah untuk mengikuti suatu kompetisi mengenai peran pemuda terhadap lingkungan. Setelah dinyatakan abstrak kami lolos kami kemudian  berhak mengikuti tahapan presentasi di Yogyakarta. Sepulang dari sana, ada keinginan agar hasil project paper ini dapat diwujudkan dalam suatu wadah yang riil dan bukan sekedar tulisan dalam satu paper saja. Akhirnya, kami berempat berusaha untuk merumuskan pembentukan wadah ini.

KAMPUNG SANAK merupakan kependekan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Peduli Mangrove Segara Anakan. Tujuan utama kami adalah memperbaiki keadaan ekosistem mangrove di daerah Segara Anakan yang kondisinya (berdasarkan beberapa referensi serta kuliah ekologi mangrove semester kemarin) mengalami laju penurunan luas hutan yang sangat signifikan. Dengan tingginya laju penurunan tersebut disertai dengan eksploitasi yang tidak terkendali sehingga semakin memperparah keadaan di sana. Untuk itu, kami memiliki sebuah keinginan agar mahasiswa terutama yang peduli, concern, dan menyukai tentang ekosistem mangrove dapat terjun langsung untuk membantu memperbaiki keadaan ekosistem mangrove yang telah mengalami kerusakan.

Seperti yang kita ketahui, ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sangat unik dan merupakan daerah yang sangat kaya karena merupakan daerah yang terletak di daerah peralihan arus air tawar dan asin, wajar jikalau angka produksivitas primernya adalah yang tertinggi bahkan di atas ekosistem hutan hujan tropis. Dengan kayanya nutrien yang ada di sana semakin beragam pula organisme yang tumbuh, berkembang biak, dan besar di ekosistem tersebut. Mulai dari kerang, udang, ikan, beberapa spesies burung, dan yang jelas vegetasi khas mangrove yang tidak ditemukan di ekosistem daratan banyak terdapat di sana. Fungsinya feeding ground dan nursery ground membuat ekosistem mangrove memiliki peranan penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut ataupun daerah pesisir. Pengetahuan inilah yang seharusnya menjadi dasar bagi pihak yang ingin mengambil keuntungan dari ekosistem mangrove agar tidak melakukan eksploitasi secara berlebihan.

Melalui wadah KAMPUNG SANAK ini diharapkan menjadi satu wadah (untuk sementara di FABIO UNSOED) bagi mahasiswa untuk ikut memiliki peran sebagai "penghijau alam" khususnya di ekosistem mangrove. Nah, agar lebih efektif dan efisien, selain fokus pada aktivitas penanaman kembali bagian hutan mangrove yang rusak, kegiatan lain yang diharapkan adalah melakukan mini riset, penelitian kecil mengenai keadaan ekosistem mangrove di sana. Melalui mini riset ini,. diharapkan dapat menjadi referensi mengenai keadaan alam di ekosistem tersebut.

Sebagai langkah awalnya, mungkin akan ada pembicaraan dan sosialisasi terkait KAMPUNG SANAK ini. Besar sekali harapan kami ada teman-teman yang juga peduli terhadap keadaan mangrove saat ini. Tidak harus atau sudah mengambil mata kuliah ekologimangrove, semua orang yang punya kepedulian terhadap ekosistem mangrove, punya kesempatan untuk bergabung. 

Tunggu saja realisasinya.. KAMPUNG SANAK, Save Our Mangrove :)


ttd

Sodik Wuryanto, Maharani Nursyamsu, Yeti Yulianti, dan Anita Rachman S.

17 Februari 2013

Lagi, Nikmati Saja Selagi Bisa

Selagi bisa, kalo emang mau, ya nikmati saja prosesnya.. Jangan buru-buru untuk mendahuluinya kalo emang belum siap dan emang belum mau meninggalkannya..

Saya masih di kota rantau tempat saya menimba ilmu, masih menghabiskan waktu liburan saya yang seharusnya saya habiskan di rumah bersama orang tua, adik saya, dan teman saya. Tapi saya memilih untuk tetap di sini, ada hal yang harus dikerjakan dan saya memilih untuk mengurangi porsi libur saya untuk sementara waktu. Bukan untuk hal yang sia-sia, karena memang ada yang belum selesai tanggung jawabnya untuk saya kerjakan..

Diselingi dengan kegiatan yang ada saya mencoba untuk mengikuti seminar hasil dari kaka kelas dan bahkan teman seangkatan yang telah melewati tahapan penelitian. Betapa bahagianya mereka melewati salah satu tahapan kritis dalam perjalanan ke-mahasiswa-an mereka. Saya sendiri juga bisa merasakannya melalui pancaran air wajah mereka yang sangat ringan dan penuh dengan semangat untuk mengakhiri..

Selang beberapa waktu lalu saya sudah kembali ke rumah di kota tempat saya dibesarkan. Tidak ada perubahan signifikan ternyata meskipun sudah ada pergantian kepala daerah dan sudah hampir 6 bulan tidak saya tengok. Semua masih sama saja hanya sedikit hiasan di sana-sini karena efek adanya pilkada gubernur Jawa Barat. Kembali ke rumah adalah salah satu hal langka yang akan didapatkan di pertengahan semester seperti sebelumnya..

Ada perenungan yang sangat besar saat saya pulang. Realita yang ada menunjukkan bahwa banyak kawan seangkatan saya saat SMA dulu yang telah mencapai gelar sarjana-nya membuat saya berpikir apakah pilihan saya untuk belum memulai tugas akhir adalah pilihan yang tepat ? Ya, di saat kawan seangkatan saya sudah melaju meninggalkan bangku kuliahnya saya justru ada di posisi untuk melawan arus untuk tidak lulus tepat waktu. Salahkah saya ?

"Lulus di waktu yang tepat bukan sekedar lulus tepat waktu..."

15 Februari 2013

Pulang

Pulang.. 
Ah, betapa sangat merindunya kita melakukan hal ini saat kita sedang jauh dari peraduan kita...

Pulang..
Betapa kata tersebut begitu magis saat kita sedang merasa kesepian dan merasa sedang sangat jatuh..

Pulang..
Begitu nikmatnya membayangkan bagaimana suasana rumah yang begitu cerah menyapa kita di kala pagi, begitu teduh kala siang menerpa, memberikan ketenangan kala senja menjelang, dan menambahkan kehangatan kala malam hadir..

Pulang..
Sebuah kata yang sederhana namun terkadang sulit untuk mewujudkannya.

Pulang..
Menantikannya selalu membutuhkan waktu, namun saat di dalamnya tak terasa waktu habis bersamanya..

14 Februari 2013

Secangkir Cokelat #4

Patah hati itu rasanya baru nampak setelah kau tidak nampak di hadapanku namun saat kau kembali muncul menanyakan kabar hatiku..

Menunggu-mu melupakannya hanya membuatku patah hati, patah hati saat aku tahu dia beruntung memiliki dirimu..

Patah hati itu ibarat buah jeruk, sebersih apapun kau mencoba membersihkan serabutnya, namun pasti ada serabut yang tertinggal, seperti senyumanmu yang sulit hilang dari benakku..

Patah hati itu seperti disengat lebah, sakitnya di awal dan tak berbekas, namun selang jeda waktu sakitnya hilang dia memunculkan bengkak yang besar dan rasa sakitnya datang setiap saat..

Epik Mahasiswa Awal Semester

Ini ada beberapa kebiasaan, kelakuan, ataupun apapun itu yang mungkin kebanyakan mahasiswa lakukan setiap masuk di awal semester. Entah disadari ini berlangsung terus menerus dan saya juga pernah mengalaminya.. hahahah.


1. Galau KRS-an
Ini pasti dialamin mahasiswa sejagat di Indonesia gak terkecuali di kampus saya. Galau mau ambil mata kuliah apa, galau kapan bisa isi KRS, galau mau konsul sama PA (Pembimbing Akademik) dulu atau gak, galau ada temennya gak kalo mau ambil mata kuliah tertentu. Galau segalau-galaunya orang patah hati yang baru liat mantannya jadian dah (oke, gw lebay!). Sebenernya sih ga usah galau, toh kan bisa konsul sama kaka kelas yang udah ambil dan kalo bisa jangan cuma dari satu orang aja, cari info sebanyak mungkin, jangan cuma dari satu orang. Lebih baik konsul sama kaka kelas daripada sama dosen PA, menurut saya gitu, karena banyak dosen PA yang gak tau seluk beluk matkul lain selain yang dia ajarkan. Jadi, sebelum galau isi KRS, cari info dulu mata kuliah yang mau diambil ap aja..

2. Masih Kepengen Liburan
Nah, ini manusiawi (menurut gw). Banyak yang ngerasa liburannya kurang lama atau masih kurang waktu kumpul sama temen di rumah (terutama buat mahasiswa rantau), dan masih

8 Februari 2013

Menulislah !

Saya pernah punya satu essay yang pernah saya tulis untuk mengikuti suatu lomba essay. Tulisan ini saya tulis dalam tempo waktu 30 menit dan hanya satu hari dari batas pengumpulan essay. Dan hasilnya di luar dugaan.. Temanya ada kaitannya dengan universitas saya yang memiliki visi untuk menjadi world class civic university.. Sedikit tentang tulisan saya waktu itu tanpa adanya pernambahan dan pengurangan sedikitpun. This is it, enjoy.. :)



"Jangan Hanya World Class University, Tapi Juga World Class Student University"
Oleh :
Sodik Wuryanto (B1J009034)
Perkembangan institusi pendidikan saat ini sangatlah pesat. Peningkatan kualitas institusi pendidikan penting untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa pendidikan tinggi itu penting. Salah satu cari untuk menarik animo masyarakat untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi tersebut atau untuk meningkatkan kualitas dan mutu perguruan tinggi adalah dengan mencanangkan program World Class University. Program ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mendapatkan kualitas dan mutu pendidikan setara dengan kualitas perkuliahan di luar negeri. Fasilitas yang hampir serupa dengan universitas yang ada di luar negeri serta kurikulum pembelajaran yang disesuaikan mirip dengan kurikulum di luar negeri serta kesempatan untuk meraih double degree hasil kerja sama dengan universitas di luar negeri menjadi salah satu keuntungan dari program ini. Saat ini sedikit demi sedikit Universitas Jenderal Soedirman mulai meretas jalan menuju World Class University.
 Sebagai salah satu universitas negeri yang ada di Indonesia, Unsoed memiliki kewajiban untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya sehingga dapat menigkatkan taraf hidup dari masyarakat sekitar. Meskipun berbasis ke pedesaan, Unsoed dituntut memiliki lulusan dengan daya saing yang baik. Jaminan peningkatan tersebut dapat melalui pencanangan program World Class University. Era globalisasi yang semakin luas menjadi salah satu faktor mengapa program ini harus segera direalisasikan. Lulusan dengan daya saing di tingkat global akan meningkatkan prestise serta citra baik perguruan tinggi lulusan yang bersangkutan. Namun, harus dipahami pula bahwa program ini tidaklah mudah untuk segera direalisasikan. Akan sangat percuma apabila universitasnya mendapat label World Class namun kualitas dari mahasiswanya hanya Rural Class.
Peningkatan kualitas pada suatu intitiusi juga haru disertai dengan kualitas dari mahasiswa institusi tersebut. Seperti yang telah dijelaskan di atas, untuk mencapai taraf World Class adalah tidak mudah. Banyak aspek yang harus dipenuhi dan disiapkan untuk menuju ke sana. Dari segi sarana dan prasarana harus dipikirkan seperti apa implementasi dari World Class itu. Tenaga kependidikan juga hal yang harus disiapkan untuk menuju ke arah sana. Mahasiswa juga adalah salah satu komponen yang berperan untuk mencapai ke arah sana. Mahasiswa memegang peranan penting, karena nantinya yang menilai adalah masyarakat apakah lulusan dari World Class University pantas disebut sebagai lulusan bertaraf World Class.
Optimalisasi peranan mahasiswa untuk mencapai institusi yang World Class akan memegang peranan yang penting pada kualitas World Class University yang telah dicanangkan. Mahasiswa harus memiliki kompetensi yang baik serta kemampuan daya saing yang tinggi dengan lulusan universitas lain. Namun, sebelum itu didapatkan, sistem pembelajaran serta mindset mahasiswa harus dapat diubah.
Sistem pembelajaran saat ini seakan-akan membuat mahasiswa terbuai. Sistem pembelajaran saat ini terlalu kuno karena hanya mengandalkan penjelasan dari dosen sedangkan mahasiswa hanya duduk diam mendengar penjelasan dari sang dosen. Jarang sekali terjadi diskusi dua arah antara dosen dengan para mahasiswa. Memang untuk beberapa dosen yang memiliki kemampuan komunikasi yang  baik dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswanya melalui penjelasan yang diberikannya. Namun, masih banyak pula dosen yang mungkin kurang memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga mahasiswa lebih sering mengalami jenuh, bosan, ataupun ngantuk. Ini lumrah karena mahasiswa terutama mahasiswa tingkat awal bisa saja kuliah mulai dari pagi hari hingga sore hari. Ini juga menjadi salah satu faktor yang harus dievaluasi dalam pencapaian target World Class University.
Selain dari sisi tenaga kepengajaran, sisi mahasiswa juga sangat penting untuk mendukung program World Class University. Harapan agar mahasiswa lulusan World Class University adalah World Class Student University sangat tinggi. Kompetensi mahasiswa saat ini masih jauh dibandingkan dengan yang diharapkan. Mindset dari mahasiswa yang terkadang menjadi tembok untuk menghalangi peningkatan kompetensi mahasiswa.
Mahasiswa World Class adalah mahasiswa yang memiliki pemikiran jauh ke depan mengenai bidang yang dikuasainya,  kemampuan manajerial yang baik, seorang organisatoris yang baik dan mengetahui perkembangan zaman serta memiliki kompetensi yang sama dengan lulusan luar negeri. Mahasiswa jelas harus memiliki kompetensi di bidang yang dikuasainya agar dapat menjadi panutan serta mampu untuk mengatasi permasalahan yang muncul pada bidang tersebut. Kemampuan manajerial juga sangat penting untuk dapat mengatur segala bentuk aktivitas ataupun kegiatan yang akan ditangani olehnya. Organisatoris yang baik akan dapat membentuk mahasiswa memiliki jiwa kepemimpinan serta kemampuan bersosialisasi dengan baik pada masyarakat sekitar. Tidak harus memiliki kompetensi yang sama dengan lulusan luar negeri, namun paling tidak dapat mendekati dan memiliki pola pemikiran yang serupa dengan lulusan luar negeri tersebut.
Mindset mahasiswa saat ini cenderung kurang baik. Mahasiswa yang hanya fokus pada bidang akademis membuatnya tidak memiliki pemikiran untuk berorganisasi. Sebaliknya, seorang mahasiswa yang orientasinya lebih kepada keorganisasian memiliki nilai-nilai akademis yang menyedihkan. Memang beberapa mahasiswa tidak seperti ini namun pada kenyataannya seperti itulah gambaran umum dari mahasiswa. Mindset hanya study-oriented atau organization-oriented harus diubah. Tidak mudah memang namun perlahan harus dilakukan untuk menuju kualitas mahasiswa World Class.
Mahasiswa juga harus berperan aktif untuk meningkatkan kualitas almamaternya. Mahasiswa dituntut untuk aktif dalam segala kegiatan yang diadakan oleh pihak kampus selama itu masih dalam koridor pengembangan diri baik di bidang akademis maupun organisasi. Hal ini akan sangat membantu pihak kampus maupun mahasiswa karena kampus akan memiliki mahasiswa dengan kompetensi yang baik dan mahasiswa memiliki bekal yang cukup untuk terjun ke masyarakat nanti. Saat ini animo mahasiswa agak kurang untuk kegiatan-kegiatan yang sebenarnya baik untuknya. Ini disebabkan mahasiswa kurang memiliki pemikiran jauh ke depan betapa pentingnya kegiatan tersebut suatu saat nanti.
Beberapa faktor yang harus terpenuhi untuk menjadi World Class Student University antara lain, memiliki kompetensi sesuai bidangnya, kemampuan yang baik dari segala macam segi kehidupan, berpikir jauh ke depan untuk memajukan kualitas dan taraf hidup masyarakat sekitar serta memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan para mahasiswa lulusan luar negeri. Semua komponen kependidikan harus saling menyokong untuk terciptanya kualitas lulusan yang baik tersebut. Mulai dari tenaga kependidikan, fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar serta peran aktif dari mahasiswa untuk mengembangkan semua hal yang didapatkannya selama di perguruan tinggi untuk menjadi suatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Suatu institusi yang World Class adalah institusi yang didalamnya diisi dengan orang-orang yang World Class. Selama itu belum tercapai maka absurd-lah anggapan World Class University. Lebih baik menjadi universitas biasa saja namun kualitas lulusannya baik dan berkompeten ketimbang menjadi World Class University namun kualitas lulusan jauh dari harapan yang diinginkan.  Jangan hanya mementingkan identitas World Class untuk University-nya saja tapi juga Student University-nya juga harus dipikirkan untuk menuju World Class Student University.                                                                                          

6 Februari 2013

Saya Beruntung

Awal masuk di kampus ini, saya merasa skeptis. Ya, skeptis. Saya ragu apakah saya punya kemampuan untuk tetap bertahan di sini, ragu apakah saya mampu jauh dari orang tua saya, ragu apakah di sini saya hanya punya sedikit teman, dan ragu apakah saya bisa lulus tepat waktu dan dengan nilai yang memuaskan.. Semua saya rasakan itu di awal saya menginjakkan kaki di kampus biru ini..

Saya tercatat sebagai satu-satunya siswa yang berasal dari SMA saya yang masuk di jurusan ini. Kebayang dong rasanya kuliah di tempat yang baru, orang yang baru, jauh dari teman-teman yang selama ini akrab selama 3 tahun sekolah di SMA dan yang jelas jauh dari orang tua, sesuatu yang tidak pernah saya rasakan selama hidup saya setidaknya hingga saya berumur 18 tahun (waktu itu..) Tidak punya teman, tidak punya kenalan, dan tidak punya sanak saudara, awalnya saya linglung dan sempat berpikir untuk tidak melanjutkan perjalanan menimba ilmu di kota ini. Dan benar saja saat saya datang ke kota ini untuk kedua kalinya dalam rangka soft skill dan training ESQ, saya memutuskan untuk tidak meninggalkan sedikitpun barang saya di kosan baru saya, dan berharap saya lolos SNMPTN (waktu itu saya punya kesempatan untuk ikut SNMPTN karena registrasi ulang kuliah di sini selang satu hari setelah ujian SNMPTN). Namun, ternyata pengalaman menimba ilmu saya ditkdirkan untuk kota ini, universitas ini, dan kampus ini. Saya menyesal, awalnya...

Penyesalan semakin bertambah kala ospek saya mengetahui bahwa di jurusan saya tidak ada BEM (what a fool ! )

4 Februari 2013

Rayuan Khas Mikro #1

Tahukah kalian fungsi dari tabung durham? Sekarang bukan lagi untuk menjebak sisa gas hasil metabolisme, tapi juga untuk menjebak gas cintaku padamu...

Cawan petri punya fungsi untuk mengkultivasi mikroba, tapi cawan petriku khusus hanya untuk mengkultivasi cintaku padamu..

Kamu dan aku itu seperti pipet ukur dan filler, selalu berpasangan untuk memindahkan suspensi cinta di hati kita..

Kalo beaker glass cuma bisa buat nampung akuades, beaker glass hatiku sanggup menampung cintaku untukmu...

Peptone punya fungsi sebagai penyedia sumber karbon dalam media pertumbuhan. Tahukah kamu, kalo senyuman kamu itu memiliki fungsi sebagai penyedia rasa cinta dalam hatiku..

SSA adalah medium selektif untuk Salmonela dan Shigella, MSA adalah medium selektif untuk Staphylococcus aureus, dan medium hatiku selektif hanya untuk cintamu padaku..

Senyumanmu itu ternyata telah memberikan goresan kuadran dan zig-zag di hatiku..

Andai boleh aku lakukan, pasti sudah aku lakukan transfer biakan secara aseptis dari senyumanmu ke hatiku..

Cara paling mudah agar kau selalu di hatiku adalah dengan mengisolasinya dalam cawan hatiku tanpa perlu pengenceran bertingkat..

Menghitung cintaku padamu itu tidak dapat menggunakan teknik TPC karena cintaku padamu Terlalu Banyak Untuk Dihitung (TBUD/TNTC)..

Kalo fiksasi fungsinya melekatkan bakteri pada gelas obyek, senyumanmu ternyata dapat melekatkan cintaku padamu seorang..



*hanya iseng, semoga menghibur.. Don't try this at lab ! hahahaha LOL

3 Februari 2013

Semesta & Frasa

Semesta selalu punya cara untuk mengingatkan para penghuninya mengenai hakikat hidup, mengenai kenangan, mengenai segala kemungkinan yang akan dihadapi, mengenai apa yang seharusnya dipilih, dan apa saja. Caranya tidak akan sama untuk setiap orang dan memang pasti berbeda walau tidak sedikit pula yang sama.

Setiap orang pasti menyukai hal-hal yang baik namun tidak selamanya kita dapat merasakannya, ada kalanya kita harus jatuh dan merasakan hal paling pahit dalam hidup. Frasa paling indah adalah saat kau mendapatkan hal yang tidak terduga dan semesta ikut senang dengan hal itu, atau semesta selalu punya cara untuk membahagiakan kita, hati kita lebih tepatnya...
 
Tanpa harus kita sadari, sebenarnya semua yang kita lakukan, semua yang kita kerjakan di suatu waktu ada andil dari sang semesta. Jikalau dirunut, pasti kita akan bertemu di satu titik di mana kita merasa bersyukur di suatu waktu atau menderita di suatu waktu. Contohnya, saya pernah mengalami bangun kesiangan (dan sering juga sih, hehe), hari itu adalah mata kuliah yang kurang saya sukai. Karena bangun kesiangan otomatis saya berangkat telat menuju kampus. Alhasil, saya gagal kuliah karena tidak boleh masuk.

2 Februari 2013

Mimpi...

Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..
Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia..


Bermimpi.. ah.. betapa indahnya mimpi itu.. 

Mimpi itu bukan bunga tidur. Mimpi itu adalah sebuah angan-angan yang ingin kita capai di masa mendatang. Mimpi itu adalah hal yang kita idamkan untuk dicapai. Mimpi selalu berisi harapan. Mimpi selalu berisi cita-cita. Mimpi selalu berisi angan-angan. Angan-angan paling gila sekalipun dapat kita impikan. Mimpi itu penuh harapan, bahkan harapan yang berada di level paling tinggi apapun. Mimpi itu imajinatif, inovatif, implisit, bahkan kadang ekstrim. Itulah kelebihan mimpi dan tidak ada yang melarang untuk bermimpi..

Mimpi itu menemukan...

1 Februari 2013

Secangkir Cokelat #3

Sebelum aku terlelap dalam pekat malam, aku berharap ada senyumanmu yang  mengakhiri hariku. Dan kala fajar memanggil, aku berharap kau-lah yang memberi sapaan pertama yang paling hangat..

Titik dua kurung tutup darimu dalam pesan singkatku berkata, "aku rindu padamu", entah benar atau tidak, aku menikmatinya..

Menatap senja di kejauhan adalah hal paling menyenangkan selain memandangi senyuman indahmu..

Antara langit dan bumi yang memerah kala senja, sekilas senyumanmu mengawang di benakku, penuh dan melekat di kepalaku..

Ibarat kopi, senyumanmu telah mengisi gelasku dengan penuh sepenuh-penuhnya dan aromanya harum..