24 Januari 2013

Secangkir Cokelat #1

Aku masih mengingatmu dengan jelas, semua raut wajahmu, kala kau tersenyum, kala kau marah, ataupun kala kau menangis.. Tahukah kau, selalu ada tempat di dinding kepalaku ini untuk tiap lukisan wajahmu itu, bagaimana denganmu ?

Hujan selalu punya cara untuk mendatangkan memori denganmu. Hujan rintik itu mengingatkanku saat aku melihat senyumanmu yang paling indah sedangkan hujan lebat mengingatkanku saat kau memegang tanganku dengan erat disertai dengan senyuman indahmu..

Pesan pendekmu masih aku simpan,
bukan di dalam memori telepon seluler-ku tapi aku endapkan di bagian hatiku yang terdalam. Terutama apabila ada kata, "I Love You" dan "I Miss You"...

Ingatkah kau saat kau menyapaku di kala pagi dengan panggilan sayangmu padaku? Rasanya lebih nikmat dari secangkir cokelat panas kesukaanku..

Menghabiskan waktu denganmu jauh lebih berharga ketimbang aku membaca semua pesan singkat darimu..

Senang mengenal dirimu, bukan karena senyumanmu, bukan karena matamu, dan bukan karena parasmu, tapi karena kamu adalah kamu yang selalu mengisi hatiku...

Mengenangmu menyesakkan jiwa, itu kata cokelat, namun bagiku, mengenangmu adalah anugerah terindah yang pernah ku miliki seperti kata Sheila On 7..

Senja, Kopi, dan Cokelat adalah semua kesukaanku, tidak ada yang luput, termasuk senyumanmu di antaranya..

Masih Kamu, Belum Berganti, Meskipun  aku tidak tahu kapan aku menemui kamu.. Kamu hanya ada di khayalku bukan di dimensi nyataku..

*diiringi hujan, kutulis ini hanya untukmu, semoga kau membacanya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar